Andy “Kick Andy” F Noya, Pemilik Acara Talk Show yang Sukses di Dunia Televisi


Bingung Kebanjiran Titipan Donasi untuk Narasumber

Apa lagi yang ingin dikejar Andy Flores Noya, host sekaligus pemilik acara (program owner) Kick Andy? Program talk show yang tayang setiap Jumat malam itu sudah seperti wajib tonton. Berikut ulasannya.

Laporan Oleh: AGA, Jakarta

Dalam kurun waktu kurang dari empat tahun saja, sederet penghargaan juga telah diraih. Mulai program televisi terbaik versi sejumlah lembaga peneliti, Press Card Number One dari Masyarakat Pers Indonesia, hingga Panasonic Award.
Namun, mantan pemimpin redaksi Metro TV ini merasa masih ada yang kurang. Pria kelahiran Surabaya ini menilai dibutuhkan sesuatu yang lebih besar dibandingkan sekadar program televisi. Apalagi, Kick Andy dibuat untuk menginspirasi, bukan sekadar mengejar rating.
Kick Andy bisa sangat mbanyol saat mengundang Srimulat. Mengharu biru ketika menghadirkan Buyung, lelaki buta yang hidup dari jualan sapu lidi di Padang. Bisa sangat politis ketika mengundang mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang ketika itu akan maju menjadi calon presiden. Bisa sangat “hard news” saat mengundang jenderal kontroversial Susno Duadji. “Kick Andy lahir untuk memberi tayangan yang mengasah hati, ketika tayangan lainnya hanya mengasah akal dan intelektualitas,” terang pria berambut kribo ini.

Untuk itu, alih-alih sekadar acara talk show, Andy F Noya kini mendirikan Kick Andy Foundation alias Yayasan Kick Andy dan Kick Andy Enterprise. Dua organisasi sosial itu dibentuk untuk menjabarkan semangat kemanusiaan yang dikedepankan di Kick Andy.

Kick Andy Foundation bertugas menggalang dana dari donatur dan menyalurkannya untuk narasumber yang pernah ditampilkan di Kick Andy, masyarakat miskin, dan membangun sejumlah perpustakaan di sekolah terpencil. “Semua memang berawal dari tayangan Kick Andy,” tutur pria 49 tahun ini.

Ide membuat Kick Andy Foundation berawal dari seorang lelaki buta bernama Buyung Feri yang menjadi tamu di acara Kick Andy. Lelaki 45 tahun itu hidup bersama ibunya, Nila, 70 tahun, yang sudah tak mampu berjalan. Keahlian mereka hanya membuat sapu lidi.

Buyung buta karena penyakit campak yang kronis ketika masih kecil. Tiga saudaranya mati karena penyakit serupa. Ayah Buyung meninggal ketika berusaha menyelamatkan Buyung yang hampir tenggelam di sungai. Jadilah Buyung hidup berdua bersama Nila di sebuah gubuk reyot. Agar mampu berjualan, Buyung menarik gerobak yang diduduki ibunya. Jadilah Buyung menjadi “kuda” dan ibunya mengarahkan jalan. Setiap hari mereka menempuh 40 kilometer untuk mendapatkan duit Rp15 ribu bila seluruh sapu lidi habis terjual.

Episode itu benar-benar menguras air mata penonton. Apalagi, ada satu momen ketika Andy berkata kepada Buyung bahwa dia akan menjadi sebatang kara kalau Nila meninggal. Buyung tak kuasa menjawab. Dia hanya menangis. Sebab, tanpa Nila, Buyung tak hanya akan hidup sebatang kara, namun sekaligus akan kehilangan “kedua matanya”.

Setelah acara itu ditayangkan, redaksi Metro TV kebanjiran faks dan ponsel Andy Noya kebanjiran pesan singkat. Semuanya kompak ingin membantu ibu-anak yang tinggal di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, tersebut. “Kami bingung bagaimana merespons permintaan itu,” tutur Andy.

Bekas wartawan Bisnis Indonesia itu lantas membuat rekening penampung. Dalam waktu kurang dari tiga minggu saja terkumpul Rp170 juta. Menteri Perindustrian Fahmi Idris ketika itu menggenapkan menjadi Rp200 juta.
Sumbangan itu lantas dibelikan tanah dan dibangunkan rumah untuk Buyung di daerah Bukittinggi, Sumatera Barat. Sisa uang sekitar Rp100 juta ditabung di bank milik pemerintah. Untuk mencairkannya, harus ada tanda tangan dari antara lain anggota DPRD yang dipercaya Kick Andy dan pihak keluarga Buyung.

Andy awalnya berharap bunga dari tabungan itu menjadi uang bulanan untuk Buyung. Namun, Buyung dan Nila rupanya tetap ingin berjualan sapu lidi keliling. Tapi, tak banyak yang mau membeli. “Orang-orang mengira Buyung sudah kaya,” kata Andy lantas terkekeh. “Bahwa ada problematika setelah itu memang iya, namun itu menunjukkan keinginan untuk membantu sebenarnya ada,” imbuhnya.

Efek Buyung terus berlanjut. Narasumber-narasumber lain yang membuat trenyuh mendorong penonton ingin menyumbang. Usai menampilkan prosil pembuat kaki palsu dari Mojokerto yang bernama Sugeng Siswoyudono, Menristek—ketika itu—Kusmayanto Kadiman meminta Kick Andy membuat gerakan 1.000 Kaki Palsu Gratis. “Donaturnya kita carikan dari mana lah. Pokoknya kita harus bagikan seribu kaki palsu gratis,” tutur Andy menirukan Kusmayanto.

Andy bingung. Dia tak tahu bagaimana mengelola para donatur dan mereka yang butuh bantuan. Sebab, program Kick Andy tak pernah dibuat untuk melakukan hal-hal teknis seperti itu. “Kami bingung. Rekening penampung itu kan awalnya hanya untuk Buyung. Kalau dicampur-campur nanti bagaimana,” tuturnya.

Andy lantas membentuk Kick Andy Foundation pada 2008. Yayasan inilah yang mengelola sumbangan dari penonton agar bisa sampai kepada narasumber. Yayasan kemudian membuka sejumlah rekening sesuai keinginan para donatur. Donatur, besarnya donasi, dan sasarannya bisa diakses langsung di situs http://www.kickandy.com. “Kami pilah-pilah. Mau sumbang siapa, dikirim ke rekening yang mana. Begitu seterusnya,” ujarnya.

Yayasan ini awalnya hanya berupaya menjadi mak comblang yang menghubungkan pemberi bantuan pada orang yang berhak. Misalnya, yayasan memfasilitasi penderita bibir sumbing dicarikan rumah sakit yang sedang mengadakan operasi gratis. Begitu pula penderita tumor, bayi yang disandera rumah sakit, dan lain sebagainya. “Sejak yayasan itu terbentuk, kantor Metro TV dibanjiri orang yang minta dibantu. Mereka mengira ini yayasan besar,” katanya.

Andy lantas berupaya menggalang dana melalui Kick Andy Enterprise. Perusahaan itu berupaya menjual merchandise acara Kick Andy dan penjualan buku-buku Andy’s Corner yang royaltinya diberikan untuk yayasan. Andy bahkan rela ngamen ke acara-acara perusahaan yang berultah namun ingin memberi inspirasi karyawannya dengan menghadirkan Kick Andy.
Kick Andy Foundation terus berkembang. Relawannya tersebar di seluruh pelosok Indonesia. Para relawan bertugas menyurvei kelayakan para penerima bantuan. “Semua tidak digaji. Aku juga tidak digaji satu sen pun dari yayasan. Siapa yang mau, silakan ikutan,” katanya.

Kini, Kick Andy Foundation sudah banyak memberi bantuan. Antara lain membangun rumah baca, membantu perbaikan gedung sekolah, bantuan kesehatan, dan membagikan kaki palsu gratis untuk para korban kecelakaan. “Sekarang masih di kisaran 800 kaki palsu, sebentar lagi pasti melebihi seribu. Kalau melebihi seribu, namanya tetap Seribu Kaki Palsu Gratis kok,” katanya. (noe)(sumber: HU.Bandung Ekspres)

5 thoughts on “Andy “Kick Andy” F Noya, Pemilik Acara Talk Show yang Sukses di Dunia Televisi

  1. saya ingin dicarikan donatur oleh kick andy untuk penyelesaian masjid di tempat saya yg sangat dibutuhkan oleh masyarakat masjid tsb krn hanya satu-satunya masjid ini yg ada d RW kami, pada saat ini pembangunannya terhenti krn memang dananya swadaya masyarakat jd alakadar semampunya, dan masjid ini Insya Alloh makmur untuk pengajian rutin bapak2, ibu2, anak-anak remaja juga pengajian bulanan dan jemaah Jum’at..seandainya melalui media ini ada yg mau membantu dan langsung melihat ke lokasi akan sangat senang hati kami.atau hub. 082119364740..ini asli bukan penipuan kalau saya menipu akan saya tanggung dosa siapa saja yg membaca tulisan ini.

  2. Saya mempunyai seorang Ibu. Beliau berasal dari Ternate. Sudah 50 tahun beliau tidak pernah pulang ke kampung halamannya. Kontak dengan saudara juga gak pernah . Saya mohon pada Bapak utk membantu Ibu saya bertemu dengan saudaranya. Saat ini kondisi Ibu sedang sakit keras. Kasihan kami sama sekali gak tau dimana posisi saudara Ibu, ada alamat yg kurang jelas sama saya. usia Ibu saat ini sudah 76 tahun dan duduk di kursi Roda. Pada saat berita ini saya tulis, beliau hanya bisa berbaring . Mohon bantuan yg sangat Pak.

  3. SEORANG SISWA LULUS SEKOLAH DASAR KEMBALI MENGAJAR DI SEKOLAH ASALNYA KARENA KEKOSONGAN GURU

    Bagaimana mungkin????
    PENDIDIKAN
    Pendidikan merupakan kunci keberhasilan setiap orang untuk memperoleh pengetahuan yang luas, harmonis, ideologis dan mempunyai kemampuan dan gagasan yang hebat/tinggi. Namun banyak petugas swasta ataupun pegawai negeri sipil ditempatkan di daerah terpencil dan pedalaman tidak peduli terhadap tugas tanggungjawab sebagai guru yang diberikan pemerintah ataupun swasta untuk mendidik sesuai dengan harapanya. Karena mereka memiliki berbagai alasan untuk tidak pergi mengajar, baik itu disebabkan oleh karena kondisi iklim geogfis yang sulit terjangkau, fasilitas perumahan, armada Transportasi terbatas, bahan makanan dan obat-obatan di daerah-daerah terbencil itu menjadi kendala utama Dan terutama. Sehingga yang menjadi korban pendidikan adalah bagi generasi penerus di daerah-daerah terpencil dan pedalaman, baik itu kepada tingkat taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), sekolah menegah pertama (SMP), sekolah menengah umum serta sederajatnya (SMU). Dalam moment tersebut yang bisa melayani dengan iklas adalah bagi mereka yang peduli terhadap daerahnya, sukunya, orangnya sendiri meskipun latar belakang bukan tenaga pendidik dan pengajar serta pada usia muda ataupun tua. Karena bagi mereka hal itu bukan menjadi ukuran serta tidak pernah berpikir sedikitpun untuk upah kerjanya namun yang terpenting bagi mereka adalah beban moril untuk menyelamatkan generasi masa depan bangsa ini dari keterburukan pendidikan. Meskipun pendidikan mereka sangat rendah dan tidak sesuai dengan standar mengajar yang lebih baik sama seperti seorang guru dalam bidangnya.
    Dalam situasi seperti ini siapa yang disalahkan dan siapa yang akan menyalahkan??? Kalau siswa-siswa tersebut tidak mendapatkan pendidikan sesuai dengan standar pendidikan yang baik!, dan siswa pengajar`tersebut mengajar dengan tidak sesuai standar kurikulum yang ada.
    Mari ikuti kisah seorang siswa sejak duduk di SD kelas V,VI s/d SMP di pedalaman papua kembali mengajar sekolah dasar (SD), rasa prihatin dengan kekosongan tenaga pengajar.
    Saya adalah ASON ILINTAMON waktu itu usia saya 16 tahun. Saya merasa terbeban terhadap adik-adiku karena sudah di tinggalkan oleh Guru pengajar setempat. Meskipun pengetahuan saya terbatas untuk mengajar namun motivasi saya sangat tinggi sekalipun usia saya masih muda waktu itu.
    Sejak itu saya mengajar dengan cara pergantian setiap pagi pada jam 07:30-11:00 saya harus mengajar sekolah Dasar (SD)selama 5 bulan. setelah itu melanjutkan pendidikan saya ke tingkat Sekolah menengah pertama (SMP). Barulah saya merobah jadwal mengajar di Sekolah dasar. Di pagi hari saya ke sekolah SMP untuk belajar mulai jam 07:30-12:00 dan pada siang hari saya harus melanjutkan kembali untuk mengajar di sekolah dasar SD dimana saya mengajar sebelumnya waktu saya masih di SD. Saya mengajar selama 3 tahun mulai tahun 2011-2014 tanpa bahan petujuk/pengajaran yang jelas. Kadang kalah saya merasa kecapean namun tidak pernah putus semangat untuk belajar SMP dan juga mengajar di sekolah SD.Tidak pernah mendapatkan apa-apa dari pihak sekolah sekalipun saya mengabdi berbulan-bulan dan bertahun-tahun dengan materi pengetahuanku yang pas-pasan. Semangat saya tetap tinggi untuk mengajar namun Sejak itu saya memutuskan untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat sekolah menengah umum (SMU) di kota jayapura papua. Oleh sebab itu melanjutkan perjalanan panjang jalan kaki menghabiskan waktu selama 3 hari 2 malam di tengah hutan dari kampung Pasikni ke kota wamena. kemudian saya tinggal di wamena beberapa hari dengan alasan harus mencari uang tiket tujuan ke jayapura yang merupakan dimana rencana sebelumnya akan sekolah di jayapura Propinsi papua. Meskipun saya mengajar di sekolah dasar SD ypk pasikni selama 3 tahun namun tak pernah mendapatkan santunan dari pihak sekolah sepersenpun untuk melanjutkan pendidikan lebih lanjut. Ketika saya tiba dikota jayapura dan meminta ongkos pendaftaran sekolah di SMU PGRI waena jayapura melalui short massage (SMS) mengirim kepada kepala sekolah dimana tempat saya mengajar itu. Namun smsku itu edit dan dikembalikan kepada saya selama dua kali. Meskipun begitu saya berusaha dengan cara lain yaitu kerja buruh membayar cicilan di sekolah dimana saya mendaftar. Hal-hal seperti ini tidak mematahkan semangat untuk perjuang demi massa depanku karena masa depanku dan harapanku tetap ada. meskipun tidak ada dorongan dari siapapun harapan Saya sekarang sekolah di SMU PGRI kelas I di waena kota jayapura akan belajar sampai selesai.
    Keluh kesah
    1. Tetapi ada hal yang membuat saya kecewa yaitu setelah saya sudah mengumpulkan pasir ataupun batu dengan menghabiskan waktu satu sampai dua hari tujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan pendidikan namun banjir menjadi kendala utama hanyut dibawah arus.
    2. Ada yang membuat saya kecewa yaitu sejak meminta ijazah SD kepada kepala sekolah namun tidak memberikan akan tetapi menyuruh saya untuk pulang ke kampung dan mengambilnya. Padahal ijasah tersebut sedang disimpan oleh kepala sekolah.
    3. Sebelum saya melanjutkan pendidikan saya merasa kalau sekolah di propinsi lebih istimewa dari pedalaman tempat dimana saya mengabdi dahulu. semua pedih dan kesulitan itu selalu melekat pada saya dan tempat tinggalpun di gubuk. Hampir-hampir mau putus harapan namun saya tetap mempertahankan keinginan sekolah dan semangat belajar.
    Aktivitas sehari-hari:
    a. Setiap pagi pergi ke sekolah (kecuali hari libur) kurang lebih setengah kilometer tidak terlalu jauh dari tempat tinggal saya namun kadang-kadang tidak ada sarapan pagi dan akan tetapi selalu bersemangat untuk sekolah.
    b. pulang sekolah dengan jalan kaki dan tiba di rumah kemudian istrahat, beberapa menit kemudian turun mencari uang dengan menggumpulkan pasir di sungai untuk membiayai biaya makan dan kebutuhan sekolah lainnya.
    c. Malam hari saya sudah ada jadwal belajar sekalipun kadang-kadang malam tidak makan.
    d. Cita-cita saya ingin menjadi guru karena motivasiku tetap ada sejak saya mengajar di sekoalh dasar (SD).
    ……………………………………………………………………………………………………………………..

    Kepada
    Yth Pak KICK ANDY
    Di –
    Tempat

    Salam hormat,
    Berhubung dengan kisah perjalanan anak Sekolah dasar di salah satu tempat terpencil di pedalaman papua, Sekolah Dasar YPK Pasikni Kecamatan Heriapini kabupaten yahukimo. dilihat dari kacamata orang setempat hal itu merupakan hal yang biasa-biasa saja namun ketika saya mengikuti TV kick Andy memiliki suatu kisah yang menarik dan perlu di telusuri, mana mungkin setelah tamat di tingkat Sekolah dasar bisa kembali mengajar ke sekolahnya pada selisi waktu yang sedang berlangsung. hal ini merupakan jasa baik dengan keterbatasan pengetahuan namun masih ada semangat menolong dan mengabdi di daerahnya sangat tinggi. Oleh karena itu ketika saya mengikuti program Pak kick Andy pada televisi nasional METRO TV sangat menarik untuk mengusulkan kisah perjalanan anak ini.
    Ulasan ini merupakan pengalaman pendidikan yang telah dilakukan dan sedang sekolah di salah satu sekolah di kota jayapura Papua.
    Dengan kenyataan seorang siswa ini kami memohon dari tim KICK ANDY untuk memantau lebih lanjut siswa tersebut karena Ia telah membuat jasa baik. Berikutnya akan mengikuti ulasan atau cerita dari yang bersangkutan setelah tim melakukan peninjauan kebenaran dari beberapa pengalaman. Dan bagaimana siswa tersebut bisa mengajar?????
    Demikian penjelasan kami atas perhatiannya di ucapkan terima kasih
    Jayapura, 27-sep 2014
    Pencari informasi

    Marthen sama
    No.kontak: 081344121113

  4. KICK ANDY

    Kick Andy…
    Acara rupa-rupa
    (gado-gado kaleeee…)
    Acara ini bisa membuat pemirsa tertawa
    Bukan hanya karena bintang tamunya
    Tapi juga karena host yang sexy kepalanya
    Dia lah Andy F. Noya
    Dia tidak perlu bicara agar orang tertawa
    Sebab dengan gayanya
    Membuat pemirsa terbahak-bahak dibuatnya

    Inilah Kick Andy
    Kadang acara ini membuat pemirsa bersedih
    Terharu dan tanpa terasa air mata jatuh di pipi
    Begitu dalam berbicara dari hati ke hati
    Tentang pengalaman diri
    Dan penempa jiwa sekuat besi
    Tanpa basa basi
    Apalagi sekedar minta dikasihani

    Inilah Kick Andy
    Sering acara ini membuat pemirsa bangga
    Melihat anak bangsa yang punya prestasi dunia
    Penuh semangat dan menginspirasi jiwa
    Mengangkat nama baik bangsa
    Meninggikan harkat dan martabat Indonesia
    Yang selama ini telah tercabik-cabik luka
    Menjadi cemoohan bangsa di luar sana
    Karena korupsi yang sudah membudaya
    Karena gesekkan sosial dan agama
    Karena terkotak-kotak oleh warna bendera
    Sehingga tidak kenal mana kawan dan mana lawan di muka
    Tak ada lagi ikatan saudara
    Dan hilang sudah keramahan budaya

    Inilah Kick Andy
    Semoga dengan hadirnya
    Membuat bangsa ini punya hikmah
    Menyadari bahwa kita ini harus terus berbenah
    Membenahi hati dan jiwa
    Agar punya persepsi yang sama
    Bahwa kita adalah satu bangsa
    Dan akan semakin maju dan jaya
    Jika terus melangkah bersama

    Inilah Kick Andy
    Untuk pemirsa, jangan terlewat menyaksikannya
    Karena ini acara rupa-rupa
    Jika terlewat, maka hati-hati dengan paru-paru anda

    Salam hormat saya,

    Muhamad Ali
    PT. PLN (Persero)
    Dist. Jaya dan Tangerang
    Area Pondok Kopi
    HP. 08111100530

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s