Di level manakah anda berada? (2)


Tulisan sebelumnya 

Level 2: Rezeki Orang yang Berusaha

Orang yang berada di level ini akan memperoleh rezeki sesuai dengan yang diusahakannya. Jika dia bekerja 8 jam sehari, penghasilan yang diterimanya akan lebih besar daripada orang yang bekerja tiga jam sehari. Seorang sarjana lazimnya punya rezeki lebih besar dari pada lulusan sekolah dasar. Orang yang giat akan memperoleh hasil yang lebih banyak.

Indonesia mulai membangun negara dalam waktu yang bersamaan dengan jepang, yaitu mulai agustus 1945. Bedanya kita memulainya dengan sebuah sejarah gemilang karena berhasil keluar dari penjajahan yang beratus tahun lamanya. Sementara itu, Jepang harus memulainya dengan keadaan muram karena terpuruk akibat bom atom yang dijatuhkan oleh sekutu di Nagasaki dan Horishima. Namun, apa yang kita lihat sekarang. Jepang yang saat itu diperkirakan sudah berakhir sejarahnya, kini justru menguasai dunia dengan cara yang lain. Produknya ada di seluruh dunia dan Jepang telah tumbuh menjadi salah satu negara dengan kekuatan ekonomi yang sangat besar. Indonesia yang pada saat itu diperkirakan akan menjadi macan asia, ternyata hari ini masih berkutat dengan berbagai masalah kemiskinan di negeri sendiri. Pertanyaannya adalah, apakah Allah lebih memberkahi Jepang daripada Indonesia? Inilah yang disebut dengan rezeki level 2.

Jepang meraih kehidupan ekonomi yang jauh lebih baik karena mereka bekerja lebih keras daripada kita. Mereka membuat aneka kendaraan, sedangkan kita tidak, mereka memproduksi alat-alat elektronik, sedangkan kita tidak, mereka membangun infrastruktur, sedang kita tidak. Intinya mereka bekerja keras daripada kita maka pantaslah mereka memperoleh rezeki yang lebih banyak.

Kenyataannya, terlepas dari seberapa keras dan seberapa cerdas seseorang dalam bekerja, ternyata 99% manusia berada pada level ini. Mereka memperoleh rezeki melalui kerja keras. Semakin besar hasil yang mereka peroleh, makin banyak waktu, tenaga, dan pikiran yang harus dia curahkan.

Orang di level ini mungkin memiliki penghasilan yang sangat tinggi, tapi banyak di antara mereka hidupnya sangat sibuk dan melelahkan. Bahkan, orang seperti ini tidak memiliki kehidupan. Waktunya seolah terjerat dengan yang harus diusahakannya. Orang yang hanya berhenti bermain di level ini hidupnya sangat capek!

Bersambung…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s