Ngomongin masalah cinta (bag. 2)


Pulang kerja (02.25 pm wib), saya gak langsung bisa tidur. Dari pada bengong gak karuan, saya main-mainkan aja ni jari jemari di atas keyboard (ga da kerjaan ya hehe…) gak juga, saya coba nerusin sambungan postingan saya beberapa hari kebelakang yang belum kelar pembahasannya (takut ditagih ama Bang Moch hehe..) tentang cinta twittiww.. 🙂
Dan, tarian jari pun dimulai…
Ditemani segelas air mineral, dengan musik sedikit melow (firehouse dengan when I loook into your eyes juga when I see you smile nya) biar sedikit rada romantis hehe…
Postingan sebelumnya,
…….

Ada yang berpendapat, artinya menyedikitkan yang banyak dan memperbanyak yang sedikit demi orang yang dicintai. Ada yang berpendapat, artinya hati orang yang mencintai tak terbendung untuk tidak mengingat orang yang dicintai. Ada yang berpendapat, artinya yang hakiki ialah menyerahkan apapun yang ada pada dirimu kepada orang yang dicintai, sehingga tidak ada lagi yang menyisa. Ada yang berpendapat, artinya engkau harus menyingkirkan apa pun yang ada di dalam hatinya kecuali orang yang dicintai. Ada yang berpendapat, artinya kecemburuan terhadap orang yang dicintai, seandainya kehormatannya ada yang berkurang. Baca lebih lanjut

Ngomongin Masalah Cinta


Ngomongin masalah cinta… memang tidak akan ada habisnya. Karena cinta memang bukan untuk diperbincangkan tapi untuk ditularkan (kayak penyakit aja.. hehe ). Cinta pada sang kekasih, cinta pada sesama, cinta pada saudara,  cinta pada orangtua, bahkan cinta pada binatang, tumbuhan dan alam sekitarnya haruslah kita terus tularkan. Dan yang paling penting cinta pada sang Kholik Allah SWT sang pemilik cinta, itulah cinta sejati kita…
Disini, saya tidak akan bicara bagaimana cara menularkan penyakit cinta. Namun saya hanya ingin berbagi apa yang saya baca dalam bukunya Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah terjemahan Kathur Suhardi yang berjudul Taman Orang-Orang Jatuh Cinta dan Memendam Rindu Penerbit Daarul Falah (Judul Asli, Raudhah Al-Muhibbin wa Nuzhah Al-Musytaqin).
Dalam salah satu Bab nya (Bab 2) dituliskan tentang Penggunaan Istilah-istilah Cinta dan Makna Masing-masing. Di sini saya akan coba tulis ulang satu persatu. Baca lebih lanjut